Eksplorasi analisis, insight, dan informasi terkini dari Cuantara.com.
Fundamental screening adalah proses memilah‑milah emiten berdasarkan kondisi finansial rill untuk menemukan saham berkualitas dengan harga wajar. Sebelum berbicara soal angka, pahami dulu bahwa harga saham cenderung bergerak sejalan dengan fundamental perusahaan. Investor yang membeli saham tanpa memahami kinerja keuangan ibarat membeli kucing dalam karung. Prinsip “buy what you know, know what you buy” mengingatkan kamu untuk memeriksa laporan keuangan sebelum menanam modal. Pada bagian ini, screening fundamental membantu kamu mempersempit ratusan emiten menjadi puluhan kandidat potensial. Rasio keuangan menjadi filter utama karena mudah dihitung dari laporan keuangan yang dipublikasikan. Rasio tersebut antara lain :
Stock screener atau alat penyaring saham adalah perangkat lunak yang membantu investor menyaring ribuan saham sesuai kriteria yang diinginkan. Dikutip dari Investopedia, screener memungkinkan kamu menyeleksi saham dan exchange‑traded fund (ETF) sesuai metodologi pribadii. Alat ini tersedia gratis di banyak platform broker, namun beberapa penyedia independen menawarkan layanan berlangganan dengan fitur lebih lengkap.
Analisis Bottom-Up adalah pendekatan fundamental dalam dunia investasi yang memulai penilaian dari tingkat paling mikro, atau perusahaan itu sendiri. Berbeda dengan pendekatan top-down yang menilai ekonomi makro, sektor industri, lalu perusahaan, metode bottom-up justru membalik urutan. Mulai dari melihat kualitas, stabilitas, dan potensi perusahaan terlebih dahulu, lalu mempertimbangkan sektor dan kondisi ekonomi sebagai pendukung keputusan akhir.
Analisis Top-Down merupakan metode dalam analisis fundamental yang mengandalkan pendekatan struktural, di mana kamu memulai evaluasi dari level makro ekonomi global dan domestik sebelum menyaring lebih jauh ke sektor industri dan akhirnya ke perusahaan individu. P
Disini kita akan mengurai apa itu data fundamental, di mana mencarinya, bagaimana menggunakannya untuk menyaring saham, serta kesalahan yang perlu dihindari agar keputusan investasimu tidak jadi perjudian terselubung.
Setiap orang suka cerita cuan rill, tetapi tidak semua siap menghadapi harga turun tajam. Di dunia investasi, imbal hasil atau return selalu datang bersama ketidakpastian atau risiko. Analogi sederhana, semakin tinggi gunung yang ingin kamu daki, semakin curam jalurnya.
Sebelum kamu terjun mengejar cuan di saham, atau reksa dana, pastikan kamu punya pondasi keuangan yang kuat. Pondasi ini ibarat lantai beton pada rumah. Secara teknis bangunan tanpa fondasi, secanggih apa pun bakal roboh saat diterpa badai. Sayangnya, banyak orang tergoda cerita profit puluhan persen, lalu lompat ke investasi tanpa persiapan. Akibatnya?
Kamu mungkin sudah sering dengar saran “jangan taruh semua telur di satu keranjang”. Kalimat itu mengingatkan pentingnya strategi. Namun, strategi apa pun akan rontok kalau kamu belum tahu profil investasi diri sendiri.
Di media sosial, cerita cuan rill dari saham sering melintas di berandamu: screenshot portofolio hijau, klaim untung puluhan persen dalam hitungan hari, atau bisikan “kode ini bakalan to the moon”. Banyak orang akhirnya lompat ke pasar saham dengan harapan instan. Tanpa pedoman, mereka membeli di puncak euforia, lalu panik saat harga berbalik turun. Portofolio merah, rasa percaya diri ambruk, dan kesimpulan cepat pun muncul: “Investasi saham itu mirip judi.” Padahal, persoalan utamanya bukan pada instrumen, melainkan ketiadaan filosofi investasi kompas rill yang mengarahkan setiap keputusan finansial.
Reksadana adalah kumpulan dana dari banyak orang yang dikelola oleh manajer investasi buat dibelikan aset-aset keuangan kayak saham, obligasi, atau deposito. Jadi kalau kamu beli reksadana, kamu nggak beli saham langsung, tapi nitipin dana ke profesional yang ngerti caranya muter uang biar bisa berkembang.
Pasar modal adalah tempat bertemunya pihak yang membutuhkan dana (emiten) dengan pihak yang memiliki dana (investor). Di sinilah proses jual beli surat berharga seperti saham, obligasi, reksa dana, dan instrumen keuangan jangka panjang lainnya terjadi. Tujuannya adalah untuk mendukung pembiayaan jangka panjang.
PT Mitra Adiperkasa Tbk (kode saham: MAPI) kembali menarik perhatian pelaku pasar setelah mengumumkan dividen tunai sebesar Rp10 per saham untuk tahun buku 2024.