Eksplorasi analisis, insight, dan informasi terkini dari Cuantara.com.
HMETD adalah singkatan dari Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Kalau kamu pakai hak itu, kamu bisa tambah kepemilikan. Kalau nggak mau, bisa juga dijual ke orang lain di pasar.
Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan sekitar +7% hingga 25 Juli 2025. Lonjakan ini ditopang oleh pertumbuhan laba korporasi yang solid, terutama dari sektor teknologi dan perusahaan yang terpapar tren kecerdasan buatan (AI).
Dalam konteks yang lebih luas, arus keluar ini tidak berdiri sendiri. Ia mencerminkan kombinasi tekanan global, dinamika fiskal dalam negeri, serta evaluasi ulang terhadap valuasi pasar dan likuiditas.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan tajam sebesar 3,17% sepanjang pekan perdagangan 21–25 Juli 2025. Dibuka dari posisi 7.311 pada Jumat sebelumnya, indeks ditutup di 7.543 pada akhir pekan ini menjadi level penutupan tertinggi sepanjang tahun berjalan.
PT Indika Energy Tbk (INDY) sedang menjalani salah satu transformasi bisnis terbesar di sektor energi Indonesia. Setelah bertahun-tahun mengandalkan batu bara sebagai sumber utama pendapatan, perusahaan kini aktif membangun fondasi baru di sektor kendaraan listrik, energi terbarukan, dan mineral strategis. Namun, langkah tersebut membutuhkan waktu lebih panjang dari rencana semula.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatat kinerja keuangan yang bercampur pada semester pertama 2025. Dari sisi laba, perusahaan mencatat penurunan tipis, namun di sisi lain berhasil memperkuat neraca, mempertahankan likuiditas yang sehat, dan menurunkan risiko kredit.
ARA atau Auto Reject Atas adalah mekanisme pengamanan harga yang digunakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Sistem ini menetapkan batas maksimum kenaikan harga harian sebuah saham. Jika harga menyentuh batas tersebut, sistem otomatis menolak seluruh order beli yang berada di atasnya.
Bursa Efek Indonesia punya satu cara untuk menjaga harga saham yang jarang diperdagangkan tetap rasional, namanya Full Call Auction atau disingkat FCA. Lewat mekanisme ini, semua order beli dan jual dikumpulkan dulu dalam satu waktu, lalu dicocokkan secara serentak untuk menghasilkan satu harga kesetimbangan.
Bank Syariah Matahari atau Bank Muhammadiyah memiliki peluang sangat besar untuk menjadi kekuatan baru di industri perbankan syariah Indonesia. Dengan dukungan aset raksasa, jaringan amal usaha, serta loyalitas puluhan juta anggota, bank ini bisa tumbuh pesat dalam beberapa tahun mendatang. Tapi bagaimana perusahaan ini bisa tumbuh ? Dalam artikel ini kami membahas potensi dan asumsi bagaimana Bank Syariah Matahari milik Muhammadiyah dapat tumbuh dengan menggunakan dua skenario. Yakni skenario dengan memanfaatkan aset yang dimiliki dan Skenario Konsolidasi Kas AUM. Selain itu kami juga membahas tentang perbandingan kekuatan Bank Syariah di Indonesia, dengan masuknya Bank Syariah Matahari.
Banyak pemilik bisnis merasa tenang saat melihat angka laba yang besar di dalam laporan laba rugi mereka. Namun, faktanya laba hanyalah angka di atas kertas yang tidak menjamin sebuah perusahaan punya uang rill di kantong mereka. Fenomena ini sering disebut sebagai laba akrual, yaitu pencatatan keuntungan yang belum tentu sudah berubah menjadi uang tunai. Masalah besar muncul saat tagihan datang tetapi kas perusahaan kosong melompong. Kondisi inilah yang membuat banyak perusahaan disebut sebagai perusahaan zombie. Istilah perusahaan zombie merujuk pada entitas yang kinerjanya terus merugi dan hanya mampu bertahan hidup dengan mengandalkan utang baru untuk membayar utang lama.
Banyak pemilik mobil merasa sudah aman saat memegang polis asuransi. Polis adalah dokumen kontrak tertulis yang berisi perjanjian antara pemilik mobil dan perusahaan asuransi. Namun faktanya rasa aman itu sering berubah jadi kesal saat pengajuan ganti rugi atau klaim ditolak. Pengalaman pahit ini sering menimpa nasabah yang hanya rajin membayar premi tanpa paham aturan mainnya. Premi sendiri adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan nasabah kepada perusahaan asuransi sebagai biaya perlindungan.
Banyak investor ritel sering merasa tertinggal saat harga saham tiba-tiba melonjak tinggi. Faktanya, fenomena ini bukan sebuah kebetulan karena ada pergerakan terencana dari para pemilik modal raksasa atau institusi besar. Fenomena ini sering disebut sebagai herding bias atau perilaku ikut-ikutan di mana investor ritel baru masuk ke pasar karena takut ketinggalan momen. Masalah utamanya adalah sekitar 85 persen hingga 90 persen investor justru gagal karena tidak memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup untuk membaca pergerakan ini. Mereka cenderung terjebak dalam emosi dan melakukan tindakan irasional dalam mengambil keputusan investasi. Padahal, rahasia untuk meraup keuntungan rill adalah dengan memposisikan modal kita di sektor yang tepat sebelum uang besar atau smart money mulai masuk secara masif.